Langsung ke konten utama

Dua Nikmat yang Sering Terlupakan



Pernahkah kita bertanya, kapan kita benar-benar bisa merasakan nikmat sehat? Betul. Kita acapkali benar-benar bisa merasakan nikmat sehat justru saat kita sakit. Pernahkah kita pun bertanya, kapan kita bisa benar-benar merasakan nikmatnya memiliki waktu luang? Betul juga. Kita acapkali bisa merasakan nikmatnya memiliki waktu luang justru saat kita merasa terlalu disibukkan oleh banyak hal, misalnya pekerjaan. Karena itu benar sabda Rasulullah saw., ”Ada dua kenikmatan yang sering membuat banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR al-Bukhari).

Terkait sabda Rasul saw. di atas, Ibnul Jauzi pernah berkata, ”Kadang seseorang berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Kadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi sakit. Jika terkumpul pada manusia nikmat sehat dan waktu luang, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan ketaatan. Itulah manusia yang telah terperdaya.”

Ibnul Jauzi juga berkata, “Intinya, dunia adalah ladang beramal untuk menuai hasil di akhirat kelak. Dunia adalah tempat kita menjajakan barang dagangan, sedangkan keuntungannya akan diraih di akhirat nanti. Siapa saja yang memanfaatkan waktu luang dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, dia pasti akan berbahagia. Sebaliknya, siapa saja yang memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dia betul-betul telah tertipu. Sesudah waktu luang akan datang waktu yang penuh kesibukan. Begitu pula sesudah sehat akan datang kondisi sakit yang tidak menyenangkan.” (Ibn Hajar, Fath al-Bâri, 18/219). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca al-Quran: Amalan Sunnah yang Paling Agung

Ibnu Rajab ra. berkata, “Di antara amalan sunnah yang paling agung yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah adalah membaca al-Quran, mendengarkan al-Quran, men- tadabburi -nya dan memahami makna al-Quran. Tentang keutamaan membaca al-Quran sudah sering disampaikan sabda Rasulullah saw., “Bacalah al-Quran karena sesungguhnya al-Quran itu akan datang pada Hari Kiamat nanti untuk memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR Muslim). Rasul saw. pun bersabda, “Siapa saja yang membaca satu huruf dari kitab Allah akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf. Akan tetapi, Alif adalah satu huruf, Lam satu huruf dan Mim juga satu huruf.” (HR at-Tirmidzi). Bahkan beliau pun bersabda, “Orang yang mahir membaca al-Quran akan bersam-sama dengan para malaikat yang mulia dan senantiasa berbuat baik. Oang yang membaca al-Quran tetapi dengan terbata-bata dan sangat berat akan mendapatkan dua pahal...

Ustadz Felix Siauw | Muallaf Cinta Islam

Masya Allah, pesatnya perkembangan muallaf di Indonesia. Sebanyak 1.078 orang/tahun memeluk agama Islam (sensus kementrian agama, 2013). Namun tahukah Anda, ternyata begitu minimnya kepedulian dan pembinaan dari pemerintah terhadap para Muallaf. Sehingga tidak sedikit diantara Muallaf yang kembali kepada agama lama mereka. Event Muallaf Cinta Islam, sebuah forum yang di dedikasikan untuk membangun kepedulian dan pembinaan untuk para Muallaf di Indonesia. Menghadirkan muallaf dan tokoh inspiratif nasional; - Umi Irena Handono (Mantan Biarawati) - Ust Felix Siauw (Muallaf,Dai Nasional) - Ust Fatih Karim (CEO Cinta Quran) - Ust Hafidz Abdurrahman (Pimpinan Ponpes Syaroful Haramain) - Asep Supriatna (Life performace trainer) đź—“ Minggu, 25 Desember 2016 ⏰ Pukul 07.30 - 12.00 WIB 🏠 Ballroom Prajurit Balai Sudirman-Jakarta. HTM Reg : Rp 100.000,- (snack box) VIP : Rp 200.000,- (snack box, lunchbox, voucher umroh senilai 1 juta rupiah, seminar kit) Tersedia Doorprize menarik ! Past...

Hati Hati Fitnah Dunia

Suatu ketika Rasulullah saw. pernah berkhutbah di hadapan orang-orang, “Wahai manusia, demi Allah, aku tidak mengkhawatirkan kalian kecuali saat Allah memberikan kekayaan dunia ini kepada kalian.” (HR Ibn Abu ad-Dunya’). Kita membayangkan, saat itu Rasulullah saw. berkhutbah di kalangan para Sahabat yang rata-rata hidup zuhud. Dunia (harta) mungkin ada dalam genggaman sebagian mereka, tetapi tidak menguasai kalbu-kalbu mereka. Fokus mereka tetaplah akhirat. Karena itulah kita mengenal Sahabat Abu Bakar ra., Umar bin al-Khaththab ra., Utsman bin Affan ra. atau Abdurrahman bin Auf yang kaya raya. Namun, kita pun mengenal mereka sebagai para Sahabat terbaik dalam hal ibadah mereka, dakwah mereka, infak mereka termasuk jihad mereka di jalan Allah SWT. Lalu mengapa Rasulullah saw. sampai harus mengkhawatirkan mereka dengan fitnah dunia? Itu berarti, fitnah dunia sangatlah dahsyat. Bukankah sebagian Sahabat pernah tergelicir saat Perang Uhud, saat mereka berlari meninggalkan perint...