Hendaknya setiap Muslim—dalam hal ini setiap murid atau pelajar—memuliakan ilmu yang dia pelajari. Itulah yang ditunjukkan oleh generasi salafush-shalih terdahulu. Berikut ini secuil keteladanan mereka dalam memuliakan ilmi. Suatu saat, Imam al-Hulwani—ulama pengikut mazhab Hanafi yang menjadi imam besar di Bukhara—pernah menyampai-kan, “Sesungguhnya aku memperoleh ilmu ini dengan memuliakannya dan aku tidak mengambil catatan ilmu kecuali dalam keadaan suci.” Hal ini diikuti oleh murid beliau yang juga seorang ulama besar, yakni Imam Syamsuddin as-Sirakhsi. Suatu saat beliau mengulang wudhu pada malam hari hingga 17 kali karena sakit perut. Hal itu beliau lakukan agar bisa menelaah ilmu dalam keadaan suci ( Mukhatsar al-Fawâ’id al-Makkiyah , hlm. 30). Adab dan penghargaan para ulama terhadap ilmu juga ditunjukkan oleh Al-Hafizh Muhammad bin Abdissalam al-Bilkandi, salah seorang guru Imam al-Bukhari. Suatu saat beliau menghadiri majelis imlâ‘ hadis. Saat Syaikh di majelis ...