https://cintaquran.com/publik/2017/04/05/pentingnya-menggunakan-akal/ Manusia memang makhluk berakal. Pernyataan di atas hanya berarti bahwa dengan akalnya manusia memiliki potensi untuk berpikir. Apakah manusia itu sendiri berpikir atau tidak—artinya dia menggunakan akal atau tidak—bergantung pada pilihan manusia itu sendiri. Saat manusia mau berpikir atau menggunakan akalnya, mereka berpotensi untuk menjadi baik. Sebaliknya, saat manusia enggan menggunakan akalnya (tidak mau berpikir), mereka berpotensi menjadi buruk, bahkan lebih buruk daripada binatang ternak. Inilah yang ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya (yang artinya): Sungguh Kami menjadikan untuk (isi Neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai kalbu (akal), tetapi tidak digunakan untuk memahami/memikirakan (ayat-ayat Allah)...Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi . Mereka itulah orang-orang lalai (TQS al- A’raf [7]: 179). Alhasil, benarlah pernyat...