Paling tidak 17 kali sehari—di dalam shalat—kita memohon agar Allah SWT menunjuki kita jalan yang lurus. Itulah Islam. Selain Islam adalah jalan yang sesat (QS al-An’am [6]: 153). Karena itu saat Anda tidak mengamalkan al-Quran, tidak mengikuti syariahnya, Anda sesungguhnya sedang berjalan di jalan yang bengkok. Saat demikian, permohonan Anda kepada Allah agar Dia menunjuki jalan yang lurus adalah permohonan dusta dan penuh kepura-puraan. Jalan lurus itu adalah jalan yang dapat mengantarkan pada kenikmatan. Nikmat itu banyak jumlahnya: nikmat hidup, nikmat menjadi makhluk termulia, nikmat akal, nikmat sehat, nikmat harta, nikmat memiliki anak-istri, dsb. Meski wajib kita syukuri, semua nikmat itu sesungguhnya semu. Nikmat hakiki hanya ada di surga nan abadi. Itulah nikmat yang Allah SWT berikan kepada para nabi, para shiddiqîn , para syuhada dan orang-orang shalih. Itulah yang sejatinya sering kita mohonkan kepada Allah SWT dalam shalat-shalat kita. Karena itu seora...