Langsung ke konten utama

Generasi yang Imannya Paling Menakjubkan

Ibnu Abbas ra. menuturkan, Rasulullah saw. pernah bertanyakepada para sahabat, "Siapakah makhluk Tuhan yang imannya paling menakjubkan?" Para sahabat menjawab, "Malaikat, ya Rasulullah."  Rasulullah berkata, "Bagaimana malaikat tidak beriman, sedangkan mereka pelaksana perintah Tuhan?" Kemudian mereka menjawab lagi, "Kalau begitu, para nabi, ya Rasulullah." Rasulullah berkata lagi, "Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu dari langit turun kepada mereka?" Mereka lalu menjawab lagi, "Kalau begitu para sahabatmu ini, ya Rasulullah." Rasulullah pun berkata lagi, "Bagaimana para sahabatku tidak beriman, sedangkan mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan. Mereka bertemu langsung denganku, melihatku, mendengar kata-kataku, juga menyaksikan dengan mata kepala sendiri tanda-tanda kerasulanku." Lalu Nabi saw. bersabda, "Yang paling menakjubkan imannya adalah kaum yang datang sesudah kalian. Mereka mengimaniku tanpa pernah melihatku. Mereka membenarkanku tanpa pernah menyaksikanku. Mereka menemukan tulisan (al-Quran) dan mengimaniku. Mereka mengamalkan apa saja yang ada dalam tulisan itu. Mereka membelaku seperti kalian membelaku. Alangkah inginnya aku berjumpa dengan saudara-saudaraku itu." (HR an-Nasa'i dan Ibnu Hibban).

Yang dimaksud oleh Rasulullah saw. dalam hadis di atas tentu generasi kita saat ini. Hanya saja, saat ini kita hidup pada zaman yang makin sulit untuk bisa mempertahankan keimanan dan ketakwaan kita. Makin banyak godaan yang bisa setiap saat kita ke dalam jurang kefasikan bahkan kekufuran. Inilah yang diisyaratkan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya, “Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR at-Tirmidzi)

Pada zaman semacam ini, tentu amat terpuji orang Mukmin yang bisa bertahan dalam keimanan dan ketakwaannya.

Tausiyah inspiratif lainnya visit & follow :

www.CintaQuran.com
IG : @cintaquran.id
FB : CintaQuranID
Telegram: Sahabat Pecinta Quran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketaatan Total

Seorang Muslim wajib tunduk, patuh dan taat secara mutlak  kepada Allah SWT. Hal demikian harus ia buktikan dengan cara tunduk, patuh dan taat secara total pada semua syariah-Nya. Ia tidak boleh sedikitpun memilih-milih dan memilah-milah hukum-Nya. Allah SWT berfirman (yang artinya): Apakah kalian mengimani sebagian al-Kitab dan mengingkari sebagian lainnya? Tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada Hari Kiamat mereka akan dikembalikan pada siksa yang sangat berat (TQS al-Baqarah [2]: 85). Ayat di atas menjelaskan bahwa kaum Muslim harus tunduk dan ridha terhadap syariah Allah SWT. Mereka harus selalu merujuk pada hukum yang terdapat dalam al-Quran dan al-Hadis dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan mereka. Mereka tidak layak berpaling dari ketetapan Allah SWT dan Rasul-Nya, sebagaimana firman-Nya (yang artinya): Tidaklah pantas seorang lelaki Mukmin maupun perempuan Mukmin, jika Alla...

Membaca al-Quran: Amalan Sunnah yang Paling Agung

Ibnu Rajab ra. berkata, “Di antara amalan sunnah yang paling agung yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah adalah membaca al-Quran, mendengarkan al-Quran, men- tadabburi -nya dan memahami makna al-Quran. Tentang keutamaan membaca al-Quran sudah sering disampaikan sabda Rasulullah saw., “Bacalah al-Quran karena sesungguhnya al-Quran itu akan datang pada Hari Kiamat nanti untuk memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR Muslim). Rasul saw. pun bersabda, “Siapa saja yang membaca satu huruf dari kitab Allah akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf. Akan tetapi, Alif adalah satu huruf, Lam satu huruf dan Mim juga satu huruf.” (HR at-Tirmidzi). Bahkan beliau pun bersabda, “Orang yang mahir membaca al-Quran akan bersam-sama dengan para malaikat yang mulia dan senantiasa berbuat baik. Oang yang membaca al-Quran tetapi dengan terbata-bata dan sangat berat akan mendapatkan dua pahal...

Ragam Ujian Hidup dan Pahalanya

Saad bin Abi Waqash pernah bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya?” Beliau menjawab,  “Para nabi, lalu kalangan selanjutnya (yang lebih utama), kemudian yang selanjutnya. Seorang hamba akan diuji sesuai kadar agama (keimanan)-nya. Jika keimanannya kuat maka cobaannya pun akan semakin berat. Jika keimanannya lemah maka ia akan diuji sesuai dengan kadar imannya. Tidaklah cobaan ini akan diangkat dari seorang hamba hingga Allah membiarkan mereka berjalan di muka bumi dengan tanpa dosa.”  (HR Ibnu Majah). Abu Said al-Khudri juga pernah berkata kepada Rasulullah saw. yang saat itu sedang demam tinggi yang panasnya terasa hingga di atas selimut, “Wahai Rasulullah, alangkah panasnya sakit yang menimpa dirimu.” Beliau bersabda,  “Sungguh begitulah kita. Ketika dilipatgandakan cobaan bagi kita maka akan dilipatgandakan pula pahalanya.”  Abu Said al-Khudri lalu  bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang...