Langsung ke konten utama

Mewaspadai Adu Domba


Saat ini banyak pihak yang tidak suka melihat umat Islam bersatu dan bersaudara. Lalu mereka berupaya mengadu-domba kaum Muslim. Persis seperti yang pernah dialami oleh kaum Aus dan Khazraj dulu. Sebagaimana kita ketahui, setelah kaum Aus dan Khazraj masuk Islam, persaudaraan kedua pihak sangatlah erat. Namun rupanya, persaudaraan yang indah itu sangat tidak disukai oleh kaum Yahudi. Saah satunya Syas bin Qais. Ia merasa jengkel melihat eratnya persaudaraan dan keakraban kaum Muslim. Karena itu saat Syas bin Qais berjalan melewati beberapa sahabat Rasulullah saw. dari suku Aus dan Khazraj dalam satu majelis, dia segera bergegas menyuruh seorang pemuda Yahudi, “Pergilah ke tempat mereka. Lantunkan kepada mereka syair-syair yang dulu mereka ucapkan (yakni syair-syair ‘ashabiyyah).”

Upaya pemuda Yahudi tersebut nyaris berhasil. Terjadilah pertengkaran hebat di antara kedua belah pihak hingga nyaris saling membunuh. Namun, kabar pertengkaran mereka segera sampai ke telinga Rasulullah saw. Karena itu beliau segera berangkat menemui kedua belah pihak. Tiba di tempat mereka, Rasulullah saw. bersabda, “Wahai seluruh kaum Muslim, ingatlah kalian Allah. Ingatlah kalian Allah. Mengapa kalian mengikuti slogan Jahiliah, padahal aku ada di tengah-tengah kalian? Sebelumnya Allah SWT telah memberi kalian petunjuk Islam, memuliakan kalian dengan Islam, memutus segala kejahiliahan dari kalian, menyelamatkan kalian dari kekafiran dan menyatukan kalbu-kalbu kalian!”

Akhirnya, sebagaimana dituturkan oleh Ibn Hisyam dalam Sirah-nya (1/555), kaum Aus dan Khazraj segera sadar kembali, bahwa slogan Jahiliah yakni ‘ashabiyyah adalah tipuan setan dan salah satu dari makar musuh Allah SWT kepada mereka. Mereka pun menangis. Setiap orang dari Aus berangkulan dengan orang dari Khazraj.

Satu Hati Menggemakan #IndonesiaCintaQuran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketaatan Total

Seorang Muslim wajib tunduk, patuh dan taat secara mutlak  kepada Allah SWT. Hal demikian harus ia buktikan dengan cara tunduk, patuh dan taat secara total pada semua syariah-Nya. Ia tidak boleh sedikitpun memilih-milih dan memilah-milah hukum-Nya. Allah SWT berfirman (yang artinya): Apakah kalian mengimani sebagian al-Kitab dan mengingkari sebagian lainnya? Tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada Hari Kiamat mereka akan dikembalikan pada siksa yang sangat berat (TQS al-Baqarah [2]: 85). Ayat di atas menjelaskan bahwa kaum Muslim harus tunduk dan ridha terhadap syariah Allah SWT. Mereka harus selalu merujuk pada hukum yang terdapat dalam al-Quran dan al-Hadis dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan mereka. Mereka tidak layak berpaling dari ketetapan Allah SWT dan Rasul-Nya, sebagaimana firman-Nya (yang artinya): Tidaklah pantas seorang lelaki Mukmin maupun perempuan Mukmin, jika Alla...

Membaca al-Quran: Amalan Sunnah yang Paling Agung

Ibnu Rajab ra. berkata, “Di antara amalan sunnah yang paling agung yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah adalah membaca al-Quran, mendengarkan al-Quran, men- tadabburi -nya dan memahami makna al-Quran. Tentang keutamaan membaca al-Quran sudah sering disampaikan sabda Rasulullah saw., “Bacalah al-Quran karena sesungguhnya al-Quran itu akan datang pada Hari Kiamat nanti untuk memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR Muslim). Rasul saw. pun bersabda, “Siapa saja yang membaca satu huruf dari kitab Allah akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf. Akan tetapi, Alif adalah satu huruf, Lam satu huruf dan Mim juga satu huruf.” (HR at-Tirmidzi). Bahkan beliau pun bersabda, “Orang yang mahir membaca al-Quran akan bersam-sama dengan para malaikat yang mulia dan senantiasa berbuat baik. Oang yang membaca al-Quran tetapi dengan terbata-bata dan sangat berat akan mendapatkan dua pahal...

Ragam Ujian Hidup dan Pahalanya

Saad bin Abi Waqash pernah bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya?” Beliau menjawab,  “Para nabi, lalu kalangan selanjutnya (yang lebih utama), kemudian yang selanjutnya. Seorang hamba akan diuji sesuai kadar agama (keimanan)-nya. Jika keimanannya kuat maka cobaannya pun akan semakin berat. Jika keimanannya lemah maka ia akan diuji sesuai dengan kadar imannya. Tidaklah cobaan ini akan diangkat dari seorang hamba hingga Allah membiarkan mereka berjalan di muka bumi dengan tanpa dosa.”  (HR Ibnu Majah). Abu Said al-Khudri juga pernah berkata kepada Rasulullah saw. yang saat itu sedang demam tinggi yang panasnya terasa hingga di atas selimut, “Wahai Rasulullah, alangkah panasnya sakit yang menimpa dirimu.” Beliau bersabda,  “Sungguh begitulah kita. Ketika dilipatgandakan cobaan bagi kita maka akan dilipatgandakan pula pahalanya.”  Abu Said al-Khudri lalu  bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang...