Langsung ke konten utama

Tiga Jenis Harta yang Kita Miliki

Tiga Jenis Harta yang Kita Miliki
Banyak manusia yang bergitu tamak terhadap harta, tak terkecuali di kalangan kaum Muslim. Kisah tentang Qarun, yang diabadikan dalam al-Quran, hanyalah salah satu contohnya. Bagaimana ketamakan Qarun terhadap harta telah menjadikan dia lupa bersyukur kepada Allah, bahkan kufur terhadap-Nya. Akibatnya, Allah membenamkan Qarun bersama seluruh harta yang ia bangga-banggakan ke dalam bumi (QS al-Qashash [28]: 76-81).
Anehnya, ‘Qarun-Qarun’ lain terus bermunculan hingga hari ini. Pada sebagian orang (pada sebagian pejabat dan wakil rakyat, sekadar contoh), sifat ‘qarun’ demikian menonjol. Walau rata-rata mereka sudah kaya-raya, gaji mereka pun sebagai pejabat/wakil rakyat sudah sangat tinggi, korupsi tetap mereka jalani; suap tetap mereka terima; dan cara-cara haram untuk mengeruk kekayaan tetap mereka upayakan.
Padahal sekalipun seseorang kaya-raya, tetap hanya beberapa suap saja makanan yang bisa masuk ke dalam perutnya. Selebihnya, sebesar dan sebanyak apapun hartanya, ia tak akan pernah bisa membawa hartanya saat ia mati dan dimasukkan ke lubang lahat.
Karena itu ada baiknya kita merenungkan kembali petuah Rasulullah saw. Sebagaimana dituturkan Mutharif, ayahnya pernah menemui Rasulullah saw. Saat itu Beliau sedang membaca surah “Alhâkumut-takâtsur”. Beliau kemudian bersabda, “Anak Adam selalu saja berseru, ‘Hartaku! Hartaku!’ Apakah kamu tidak sadar, bahwa hanya tiga hal saja yang menjadi milikmu: (1) apa yang kamu makan sampai habis; (2) apa yang kamu pakai hingga rusak; (3) apa yang kamu sedekahkan dan tetap kekal (dengan mendapat pahala di sisi Allah).” (HR Muslim). []

www.CintaQuran.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membaca al-Quran: Amalan Sunnah yang Paling Agung

Ibnu Rajab ra. berkata, “Di antara amalan sunnah yang paling agung yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah adalah membaca al-Quran, mendengarkan al-Quran, men- tadabburi -nya dan memahami makna al-Quran. Tentang keutamaan membaca al-Quran sudah sering disampaikan sabda Rasulullah saw., “Bacalah al-Quran karena sesungguhnya al-Quran itu akan datang pada Hari Kiamat nanti untuk memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR Muslim). Rasul saw. pun bersabda, “Siapa saja yang membaca satu huruf dari kitab Allah akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf. Akan tetapi, Alif adalah satu huruf, Lam satu huruf dan Mim juga satu huruf.” (HR at-Tirmidzi). Bahkan beliau pun bersabda, “Orang yang mahir membaca al-Quran akan bersam-sama dengan para malaikat yang mulia dan senantiasa berbuat baik. Oang yang membaca al-Quran tetapi dengan terbata-bata dan sangat berat akan mendapatkan dua pahal...

Ustadz Felix Siauw | Muallaf Cinta Islam

Masya Allah, pesatnya perkembangan muallaf di Indonesia. Sebanyak 1.078 orang/tahun memeluk agama Islam (sensus kementrian agama, 2013). Namun tahukah Anda, ternyata begitu minimnya kepedulian dan pembinaan dari pemerintah terhadap para Muallaf. Sehingga tidak sedikit diantara Muallaf yang kembali kepada agama lama mereka. Event Muallaf Cinta Islam, sebuah forum yang di dedikasikan untuk membangun kepedulian dan pembinaan untuk para Muallaf di Indonesia. Menghadirkan muallaf dan tokoh inspiratif nasional; - Umi Irena Handono (Mantan Biarawati) - Ust Felix Siauw (Muallaf,Dai Nasional) - Ust Fatih Karim (CEO Cinta Quran) - Ust Hafidz Abdurrahman (Pimpinan Ponpes Syaroful Haramain) - Asep Supriatna (Life performace trainer) đź—“ Minggu, 25 Desember 2016 ⏰ Pukul 07.30 - 12.00 WIB 🏠 Ballroom Prajurit Balai Sudirman-Jakarta. HTM Reg : Rp 100.000,- (snack box) VIP : Rp 200.000,- (snack box, lunchbox, voucher umroh senilai 1 juta rupiah, seminar kit) Tersedia Doorprize menarik ! Past...

Hati Hati Fitnah Dunia

Suatu ketika Rasulullah saw. pernah berkhutbah di hadapan orang-orang, “Wahai manusia, demi Allah, aku tidak mengkhawatirkan kalian kecuali saat Allah memberikan kekayaan dunia ini kepada kalian.” (HR Ibn Abu ad-Dunya’). Kita membayangkan, saat itu Rasulullah saw. berkhutbah di kalangan para Sahabat yang rata-rata hidup zuhud. Dunia (harta) mungkin ada dalam genggaman sebagian mereka, tetapi tidak menguasai kalbu-kalbu mereka. Fokus mereka tetaplah akhirat. Karena itulah kita mengenal Sahabat Abu Bakar ra., Umar bin al-Khaththab ra., Utsman bin Affan ra. atau Abdurrahman bin Auf yang kaya raya. Namun, kita pun mengenal mereka sebagai para Sahabat terbaik dalam hal ibadah mereka, dakwah mereka, infak mereka termasuk jihad mereka di jalan Allah SWT. Lalu mengapa Rasulullah saw. sampai harus mengkhawatirkan mereka dengan fitnah dunia? Itu berarti, fitnah dunia sangatlah dahsyat. Bukankah sebagian Sahabat pernah tergelicir saat Perang Uhud, saat mereka berlari meninggalkan perint...